{"id":7666,"date":"2018-08-20T13:28:28","date_gmt":"2018-08-20T06:28:28","guid":{"rendered":"http:\/\/crocodic.com\/?p=7666"},"modified":"2022-01-11T15:08:15","modified_gmt":"2022-01-11T08:08:15","slug":"mengenal-flutter-pada-mobile-apps-development-android-dan-ios","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/crocodic.com\/id\/mengenal-flutter-pada-mobile-apps-development-android-dan-ios\/","title":{"rendered":"Mengenal Flutter pada Mobile Apps Development Android dan iOS Ditahun 2022"},"content":{"rendered":"<p>Dalam <em><a href=\"http:\/\/crocodic.com\/id\/flutter-vs-react-native-mana-yang-lebih-cocok-untuk-proyekmu\/\">mobile apps<\/a> mobile yang maksimal<\/em> android dan iOS ada banyak <em>tools<\/em> yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam proses developmentnya, lebih spesifik lagi dalam <strong>mobile apps development<\/strong> di Indonesia ada beberapa <em>tools<\/em> pengembangan mobile apps, diantaranya <em>Native<\/em>, <em>Hybrid<\/em>, dan <em>Cross-platform<\/em>.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tulisan kali ini, penulis akan sedikit mengupas mengenai Flutter, yaitu <em><a href=\"http:\/\/crocodic.com\/id\/ai-bukan-kotak-hitam-membongkar-cara-mengukur-roi-ai-pada-bisnis\/\">software development<\/a> kit <\/em>(SDK) <em>cross-platform <\/em>yang digunakan untuk mobile apps development android dan iOS yang mungkin belum banyak digunakan oleh mobile apps <a href=\"http:\/\/crocodic.com\/id\/5-kesalahan-yang-sering-dilakukan-developer-mobile-apps\/\">developer<\/a> di Indonesia.<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Flutter<\/strong> merupakan SDK besutan Google yang ditujukan untuk mobile apps development yang memiliki kinerja tinggi. Mobile apps yang di kembangkan dengan Flutter dapat dipublikasi ke <em>platform<\/em> Android maupun iOS dari <em>codebase<\/em> tunggal. Pertama dirilis pada Mei 2017 dan Pada event Google I\/O awal Juni yang lalu <strong>Flutter<\/strong> mendapatkan update versi preview 1. <strong>Flutter<\/strong> dapat mudah dipelajari karena menggunakan bahasa pemrograman Dart terlebih jika sudah familiar dengan bahasa pemrograman Java dan Javascript.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"564\" height=\"279\" src=\"https:\/\/crocodic.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Group-667585.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9804\" srcset=\"https:\/\/crocodic.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Group-667585.png 564w, https:\/\/crocodic.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Group-667585-300x148.png 300w\" sizes=\"(max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><figcaption>Image Source: https:\/\/flutterui.design\/<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Teknologi yang digunakan Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Flutter ditulis dengan bahasa pemrograman C, C++, Dart, menggunakan Skia milik Google sebagai mesin <em>render<\/em> 2D, dan Blink digunakan untuk sistem <em>render<\/em> serta didukung dengan Mojo IPC. Flutter dapat dijalankan sistem operasi android 4.1 atau lebih dan iOS 8 atau lebih tinggi. Apps dari Flutter juga dapat dijalankan pada Android <em>emulator<\/em> serta iOS <em>emulator<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Google I\/O yang lalu <strong>Flutter<\/strong> juga mendapatkan banyak fitur baru. diantaranya Material Design Widget, FlutterFire (Firebase untuk Flutter), Admobs, serta Support untuk resource animasi GIF dan WebP.<\/p>\n\n\n\n<p>Flutter menggunakan mesin <em>render<\/em> bawaannya sendiri pada saat menampilkan widgetnya. Berbeda dengan <em><a href=\"http:\/\/crocodic.com\/id\/data-science-framework-definisi-manfaat-dan-jenisnya\/\">framework<\/a> cross-platform<\/em> seperti React Native, Fuse, Native Script dsb yang menggunakan <em>Webview<\/em> untuk menampilkan <em>widgetnya<\/em>. karena tidak menggunakan UI bawaan dari OEM yang tertanam pada device, maka Flutter akan memiliki tampilan UI yang konsisten dan unik pada semua platform saat mobile apps dipublikasikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti disebutkan diatas, ada banyak <em>framework <\/em>cross-platform mobile apps development, jika dibandingkan dengan <em>framework cross-platform<\/em> yang lain, berikut adalah keunggulan serta kekurangan Flutter;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:1px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keunggulan Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Animasi <em>Super Smooth<\/em>, jika tidak ada elemen yang berlebihan maka mobile apps yang dikembangkan dengan menggunakan Flutter dapat berjalan secara konstan 60-120 fps. Karena menggunakan sistem render miliknya sendiri.<\/li><li>IDE terkenal, Dapat dikembangkan dengan IDE seperti Android Studio, intellij IDEA serta VSCode.<\/li><li>Mudah dipelajari, untuk yang lebih familiar dengan bahasa Java, Objective-C ataupun Swift Flutter akan mudah dipahami<\/li><li>Penggunaan Object Oriented Programming (OOP).<\/li><li>Hot Reload, build mobile apps untuk debug lebih cepat.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:1px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan Flutter<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tidak adanya JSX, karena tidak adanya JSX maka file Dart tidak terdapat pengelompokan kode components, styling karena penulisan kode akan dilakukan inline didalam objek kode tersebut<\/li><li>File APK dan IPA lebih besar, konsekuensi dari konstannya performa mobile apps yang dikembangkan dari Flutter berimbas pada ukuran file yang dihasilkan, karena Flutter menggunakan Widgetnya sendiri.<\/li><li>Logika animasi lebih sulit, selain File yang dihasilkan lebih besar, performa tinggi dari mobile apps yang dihasilkan juga berimbas pada saat penulisan logika pembuatan mobile apps<\/li><li>Environment pengembang masih dalam perkembangan, karena Flutter baru berumur 7-8 tahun maka jika terjadi bug atau kesalahan pada proses pengembangan, akan sulit untuk mencari solusinya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:10px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"564\" height=\"279\" src=\"https:\/\/crocodic.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Image-18.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9803\" srcset=\"https:\/\/crocodic.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Image-18.png 564w, https:\/\/crocodic.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Image-18-300x148.png 300w\" sizes=\"(max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara kerja Flutter di Android dan iOS<\/h2>\n\n\n\n<p>Kode yang ditulis akan dikompilasi dengan mesin C dan C++ dengan menggunakan Android NDK, kerangka kode akan dibentuk dalam kode native yang akan dikompilasi lagi dengan Dart Compiler. Sedangkan pada iOS kode akan dikompilasi dengan LLVM dan mobile apps dijalankan dengan kumpulan instruksi native tanpa interpreter\/penerjemah.Flutter merupakan SDK yang dibuat oleh Google yang ditujukan untuk mendukung pengembangan <em>platform<\/em> baru dari Google di masa yang akan datang yaitu Google Fuchsia, apakah anda sudah siap untuk mempelajari SDK ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian sedikit penjelasan mengenai<strong> Flutter<\/strong>, yang merupakan salah satu SDK <em>cross-platform<\/em> mobile apps development.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsultasikan kebutuhan bisnis anda dengan tim ahli kami di <a href=\"https:\/\/crocodic.com\/id\/form-pemesanan-pengembangan-aplikasi-mobile-dan-web\/\">Crocodic Mobile Apps Developer Indonesia.<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam mobile apps development android dan iOS ada banyak tools yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam proses developmentnya, lebih spesifik lagi dalam mobile apps development di Indonesia ada beberapa tools pengembangan mobile apps, diantaranya Native, Hybrid, dan Cross-platform. Dalam tulisan kali ini, penulis akan sedikit mengupas mengenai Flutter, yaitu software development kit (SDK) cross-platform yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[355,82],"tags":[460,357,344,359],"class_list":["post-7666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-crocodic-dec","category-aplikasi-mobile-android-ios","tag-flutter","tag-mobile-apps-android","tag-mobile-apps-developer","tag-mobile-apps-development"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7666"}],"version-history":[{"count":9,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9809,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7666\/revisions\/9809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7667"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/crocodic.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}