Cari Tahu Bagaimana Membuat Push-Message Aplikasi Mobile yang Baik

November 21, 2015
Cari Tahu Bagaimana Membuat Push-Message Aplikasi Mobile yang Baik

Melakukan kegiatan marketing secara online seharusnya tidak membuat audiencenya menjadi seorang pemblokir spam, tidak memaksa mereka untuk akhirnya menyusun daftar blackhole. Karena hingga hari ini campaign email yang telah dikirim hanya diterima sebagai spam, hal ini dilihat dari jumlah klik yang kurang dari 3%.

Namun dengan berkembangnya aplikasi mobile seharusnya dapat membawa para marketer online pada channel baru, retensi user yang baru, seperti push-message pada aplikasi mobile yang membebaskan kita dari “kejahatan” spam karena campaign yang tidak tertarget dan pemarasan yang impersonal. Sayangnya masih banyak orang yang hanya berpikir bahwa channel in hanya sebagai ekstensi dari web yang mereka miliki, sehingga mereka tidak memaksimalkan potensi user aplikasi mereka dan akhirnya aplikasi mobile tidak berdampak apapun pada retensi user dan campaign yang dikirim pun hanya akan menjadi spam.

Push-message bukanlah email!

“Mari Lihat Promosi Hari Ini!”

“Kami merindukanmu, datang kembali dan dapatkan potongan harga!”

Kita semua sudah sering menerima push-message seperti itu bukan? Jika beruntung pesan tersebut akan menjadi sebuah percobaan yang menyenangkan bagi mereka, dengan menginstall banyak aplikasi pada ponsel tapi mereka tidak menggunakannya dan biarkan saja atau bahkan langsung diunsinstall. Oleh karena itu pesan seperti diatas tidak dapat dikatakan sebagai push-message karena dirasa belum mampu menghadirkan keterlibatan dengan aplikasi sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk membangun sebuah profil tentang diri mereka sendiri dan oleh karena itu, sebagian besar pesan yang Anda kirim hanya akan menjadi sampah, karena: konten campaign impersonal yang dilatarbelakangi karena user Anda tidak memiliki profil yang lengkap tentang diri mereka sehingga membuat Anda kesulitan untuk mengenali mereka.

Apa itu push-message?

Push-message adalah sebuah dorongan jalur komunikasi langsung dari sebuah aplikasi ke usernya. Push-message tiba di peranggat mobile user secara real time. Mereka bersaing untuk mendapatkan perhatian dengan setiap aplikasi lain yang sedang mengirim pesan serupa. Diharapkan dengan berinteraksi dengan pesan-pesan ini akan membawa user untuk terus kembali ke aplikasi. Sebuah analogi dan pengetahuan yang baik tentang tiap-tiap user adalah faktor utama dalam menyajikan push-message yang baik bagi mereka.

Bagaimana push-message yang baik

Push-message yang baik merupakan ekstensi dari user experience diluar aplikasi. Akan sulit untuk mengetahui apakah push-message telah berhasil memperluas jangkauan pemasaran atau aplikasi hanya melakukan tugasnya yakni hanya sebatas dikirim dan diterima user. Tapu esensi push-message tidak hanya itu, masih ada yang perlu diingat bahwa push-message haruslah secara real-time, mempertimbangkan karakter pribadi user mereka, kepentingan konten yang relevan dan dapat ditindaklanjuti. Berikut adalah pola umum yang cenderung menunjukan bahwa hal diatas tidak terjadi:

  • Range audience Anda terlalu besar. Jika range audience anda besar bisanya menunjukkan bawa penargetan Anda kurang baik. Jika Anda merasa push-message Anda relevan untuk semua pengguna, maka kemungkinan besar Anda belum mengenali karakter user Anda dan push-message Anda menjadi general dan percuma.
  • Anda bingung tentang waktu yang tepat untuk mengirim. Push-message harus menjadi bagian dari interaksi real-time. Waktu yang tepat untuk mengirim Push-message harus sekarang (atau segera setelah seseorang mengambil tindakan penting). Jika pesan dapat ditunda kemudian itu benar-benar menambah value?
  • Pesan Anda tidak memiliki deep link. Sebuah Push-message harus memiliki tindakan yang dapat diambil dan mengeklik Push-message harus membawa user ke tindakan itu.
  • Pesan Anda tidak berdasarkan pada user behavior. Jika penggunaan aplikasi bukan bagian dari segmentasi dan targeting, maka bagaimana Anda memastikan bahwa pengguna berat mendapatkan pesan yang berbeda dari pengguna yang cenderung mengerucut?

Push-message memberikan kesempatan untuk membangun hubungan dengan user. Setiap dorongan harus dianggap bukan sebagai campaign, tetapi sebagai salah satu dari banyak interaksi dengan user Anda. Apakah push-message berikutnya memanfaatkan user dari aplikasi Anda lebih pribadi dan efisien atau, ia akan mendorong opt-out dan meng-uninstall?

Contoh push-message aplikasi yang baik

Berikut ini adalah contoh push-message dalam aplikasi yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan menciptakan value. Semua ini dilakukan dengan menggunakan HTML dan Javascript dan dikirim sebagai in-app pesan, yang berarti mereka tidak perlu meluncurkan versi baru dari aplikasi:

 NPS_Survey_-_Good_In-App_Message_Example NPS Survei – Ini adalah cara yang bagus untuk mendapatkan feedback yang cepat yang dapat meningkatkan produk, serta bereaksi secara real-time dengan meminta user memberi respon berdasarkan skor mereka.




 

 New_Feature_-_Example_of_Good_In-App_Message New feature – Untuk sementara Anda dapat memberi konten yang sederhana, keajaiban di sini adalah dalam penargetan. Pengguna yang tidak berinteraksi dengan fitur dapat ditampilkan video dengan deeplink untuk mendapatkan fitur tersebut.




 

 Push_Opt-In_-_Example_of_Good_In-App_Message Push Opt-In – Setelah pengguna memilih keluar dari push, mereka cenderung tidak memilih kembali Jadi mengirim push-opt-in adalah cara yang bagus untuk mengingatkan mereka tentang value push-notification mereka mati.




 

 OOBE_-_Example_of_Good_In-App_Message Testing OOBE – Mendapatkan out-of-box experience (OOBE) yang tepat sangat penting. Anda dapat menggunakan push-message untuk memberikan pengalaman awal yang sangat berbeda untuk sampel pelanggan baru untuk menginformasikan proses ini.




 

 Testing_Recommendations_-_Good_Example_of_In-App_Message Testing recommendations – Personalisasi adalah tujuan besar, tetapi kebanyakan orang tidak yakin bagaimana untuk mencapainya. Menggunakannya dalam aplikasi untuk menguji rekomendasi pada pelanggan yang berbeda adalah cara yang bagus untuk menggunakan cara ini.




 

Memahami Channel Anda

Ada beberapa cara pintar lainnya untuk melibatkan user, seperti dengan pemasaran, tetapi hari ini, cahnnel yang paling populer adalah push-message dalam aplikasi mobile. Jika Anda sudah mulai mengembangkan aplikasi mobile maka mulailah bertanya bagaimana untuk menyesuaikan strategi keterlibatan Anda saat ini ke channel baru, bukan bertanya channel apa yang mampu dan apa harapan user Anda.

Leave a Reply