Berapa Biaya Pembuatan Aplikasi Android atau iOS?

By : Sapto 29 November 2021


Seiring berkembangnya bisnis perusahaan, kebutuhan customer juga semakin beragam dan berkembang.

Jika dahulu sumber penghasilan sebuah perusahaan ditopang oleh sales yang mengunjungi pelanggan satu per satu, hal tersebut semakin lama semakin ditinggalkan.

Adanya media sosial, marketplace, dengan kata lain, digitalisasi menjadi kata kunci. Pelanggan tidak lagi terpaku hanya pada channel channel tradisional, tetapi beralih ke media digital seperti website atau mobile apps untuk berinteraksi dengan bisnis kita, termasuk di dalamnya melakukan pembelian, memberikan kritik atau saran, serta aktivitas lain. Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa penetrasi internet di Indonesia yang semakin meningkat, yang dibarengi dengan peningkatan pengguna telepon genggam secara signifikan dari tahun ke tahun.

Data Penetrasi Smart Phone di Indonesia

Kemudahan akses digital darimana saja membuat banyak perusahaan yang berlomba mengembangkan platform digital, baik untuk berinteraksi dengan pengguna atau kebutuhan internal perusahaan. Kemunculan berbagai macam mobile apps yang dapat digunakan oleh publik, seperti Gojek, Grab, atau Traveloka, berimbas pada banyak bisnis yang menjadikannya sebagai benchmark.

“Ingin membuat apps ojek online seperti Gojek”

“Ingin membuat apps ecommerce/market place seperti Shopee”

atau “Butuh aplikasi pemesanan tiket yang custom seperti Traveloka” acapkali muncul.

Butuh banyak pertimbangan bagi sebuah bisnis sebelum memutuskan akan mengembangkan sebuah mobile apps atau website. Beberapa hal yang paling penting untuk menjadi pertimbangan diantaranya adalah

1. Tujuan pengembangan

Tujuan utama pengembangan aplikasi adalah untuk memecahkan masalah yang ada di bisnis kita.

Masalah tersebut bisa beragam, dari mulai masalah internal seperti reporting pegawai yang belum tersistemasi; kebutuhan stock opname; pembagian leads untuk sales, atau kebutuhan eksternal untuk dapat terhubung dengan customer misalnya ecommerce untuk memudahkan membeli produk kita, etc.

Penting untuk mendefinisikan tujuan kita sebelum mengembangkan aplikasi android atau iOS.

Ada beberapa pertanyaan yang dapat kita ajukan seperti yang ada dalam artikel ini, diantaranya adalah

a. Ada masalah apa sehingga harus mengembangkan aplikasi mobile?

b. Apakah masalah tersebut harus diselesaikan dengan aplikasi mobile?

c. Apakah target pengguna sudah siap untuk menggunakannya?

Minimal 3 pertanyaan di atas harus dapat dijelaskan, sehingga tujuan mobile apps development akan kuat dan berdasar.

2. Biaya yang dikeluarkan

Biaya menjadi hal lain yang krusial sebelum memutuskan pengembangan, terutama jika bisnis kita belum mempunyai software development team atau hendak menggunakan jasa pembuatan aplikasi dari vendor. Mengenai rincian biaya pembuatan aplikasi baik Android, iOS atau web akan lebih lanjut dibahas pada bagian selanjutnya artikel ini.

3. Bagaimana maintenancenya

Setelah pembuatan aplikasi selesai, masih banyak yang perlu dilakukan untuk menjaga performa mobile apps atau website yang kita miliki. Jika kita ingin memiliki mobile apps dengan performa yang optimal, selalu relevan dengan kebutuhan customer, dan juga minim bug atau eror, maka kita harus merencanakan juga maintenancenya.

Mobile apps maintenance dibagi menjadi 2, yakni

a. Preventive maintenance, yaitu maintenance yang dilakukan secara berkala, mengikuti update OS, penyempurnaan fitur, atau perubahan ux untuk meningkatkan performa mobile apps kita

b. Corrective maintenance, yaitu maintenance yang dilakukan ketika sebuah masalah, bug, atau eror terjadi di dalam mobile apps dan mengganggu kinerjanya.

Jika kita memutuskan untuk membuat mobile apps, maka kita sebaiknya merencanakan maintenance mobile apps kita. Jika dibiarkan begitu saja, lama kelamanan kinerja mobile apps akan terganggu, melambat, dan rentan menimbulkan kerugian bagi penggunanya.

Do you want your company to grow exponentially?
Contact us now. Consultation provided.