CI/CD pada DevOps

By : Sapto 15 July 2022


Istilah continuous integration dan continuous deployment pada devops merupakan istilah yang akan Anda temukan dalam pengembangan software. Para developer wajib mengetahui akan hal ini.

Continuous Integration (CI) dan Continuous Deployment (CD) merupakan penghubung antara tim developer dan operasional. Sedangkan DevOps (Development dan Operations) memberikan kemungkinan bagi pihak pengembang untuk bisa menghasilkan sebuah software dalam waktu yang lebih cepat dan memiliki kemampuan handal.

Baca juga : Contoh SDLC yang Perlu Kita Ketahui

Apa itu CI dan CD?

https://unsplash.com/photos/6sAl6aQ4OWI 

CI/CD adalah istilah paralel dalam pengembangan perangkat lunak. CI adalah proses integrasi sebuah kode ke repository, untuk selanjutnya melakukan proses uji otomatis, sering, dan berlangsung cepat. Proses CI ini berlaku atas perintah dari commit.

Lalu apa itu CD? CD ini merupakan proses lanjutan dari CI, yakni proses praktik pada kondisi setelah semua kode sukses terintegrasi. Selanjutnya aplikasi pun bisa rilis otomatis.

Antara pihak tim pengembang dan operasional terjadi tiga fase penting yakni dari mulai CI, berlanjut  devops continuous delivery, lalu terakhir continuous  deployment.

Apa Manfaat dari CI/CD?

https://unsplash.com/photos/1PHztpKU2ag 

Apa sebenarnya manfaat dari CI/CD tersebut? Berikut ini di antaranya:

  • Mempercepat Proses Rilis Aplikasi

Proses penggabungan kode yang berlangsung terus menerus akan membantu aplikasi lebih cepat siap untuk rilis kapanpun. Kode-kode tersebut bergabung dan bisa teraplikasi dalam produk.

  • Deteksi Bug Lebih Dini

CI/CD bekerja secara otomatis dan memberikan pengaruh deteksi bug lebih dini. Jika ada bug, maka tools dari CI biasanya akan mendeteksi. Selanjutnya developer akan terbantu untuk memperbaiki bug yang ada.

  • Memperoleh Feedback

CI/CD pipeline akan menguji kode secara bersama. Jika ada error yang mungkin saja terjadi akan menunjukkan feedback. Selanjutnya developer  bisa sesegera mungkin untuk menindaklanjutinya.

  • Menghindari Kerusakan pada Software

CI/CD bersifat transparan sehingga memudahkan pengembang melakukan kontrol terhadap perubahan. Hal ini sekaligus mampu menghindari risiko terjadinya kerusakan pada perangkat software.

Contoh CI/CD Tools

https://unsplash.com/photos/wLiP-R6Vd2g 

Proses CI/CD ini membutuhkan sebuah tools terbaik. Berikut ini beberapa contoh CI/CD tools yang recommended untuk Anda gunakan:

  • GitLab CI/CD

Keunikan tools ini salah satunya bisa mengerjakan proyek docker container dan virtual machine. Mampu bekerja untuk tiga fase CI/CD, mendukung pengembangan software dari proses awal hingga akhir.

  • Jenkins

Salah satu tools CI/CD paling populer adalah Jenkins. Tools ini mendukung operasi Linux, Windows, dan macOS. Memiliki banyak sekali plugins untuk deploy dan otomatisasi.

  • AWS Codebuild

Menggunakan tools ini Anda sangat mungkin melakukan build dan uji kode secara terus menerus. Tools ini juga cukup aman untuk automasi.

Baca juga : Tools untuk mempermudah pengembangan Mobile Apps Android

Pada prinsipnya continuous integration dan continuous deployment pada devops bertujuan untuk menghasilkan sebuah perangkat lunak dengan kualitas terbaik dan bisa selesai dalam waktu yang cepat. Proses ini akan membantu para developer bisa bekerja lebih cepat, efisien, dan menghasilkan sebuah perangkat lunak yang lebih profesional.

Dalam pengembangan produk-produk mobile app atau pun pengembangan website, proses ini lazim digunakan. Anda tak perlu bingung mempelajari atau mengetahui prosesnya karena semua itu menjadi tugas dari app developer.

Lalu bagaimana kaitannya dengan bisnis Anda? Jika Anda membutuhkan layanan pengembangan website atau mobile apps untuk bisnis yang lebih siap berkompetisi, Anda bisa percayakan pada Crocodic.

Do you want your company to grow exponentially?
Contact us now. Consultation provided.