Membandingkan Mobile Apps Developer Vendor dan Team Internal (part 1)

By : Sapto | 30 August 2021 | Comnents : 0



Keberadaan mobile apps untuk bisnis semakin hari semakin bertambah di Indonesia. Kepemilikan smart phone di usia 16~64 tahun di 2021 yang mencapai 98.2%, dibandingkan dengan ‘hanya’ 74.7% populasi yang mempunyai dekstop PC atau laptop.

Sementara itu, koneksi mobile juga mengalami kenaikan 1.2% dibandingkan tahun 2020, dengan jumlah koneksi mobile di tahun 2021 mencapai 345 juta koneksi atau 125% dari populasi Indonesia.

Dengan semakin luasnya penetrasi mobile device dan mobile connection, kombinasi hal tersebut membuat eksistensi mobile apps menjadi semakin relevan hingga tahun-tahun ke depan termasuk untuk kebutuhan bisnis.

(baca artikel Kenapa harus Mengembangkan Aplikasi yang Memberikan Nilai Nyata?)

Hanya saja, membuat sebuah aplikasi mobile bukan sebuah perkara mudah. Butuh banyak investasi yang harus dikeluarkan, dari mulai waktu, biaya, hingga SDM.

Ketiga poin tersebut harus dipertimbangkan dengan baik untuk menghindari kerugian. Jika zaman dahulu, hanya dibutuhkan beberapa orang untuk mengembangkan sebuah mobile apps, di masa sekarang butuh banyak sumber daya manusia dengan kemampuan yang spesifik untuk bisa mewujudkan sebuah mobile apps yang sukses.

Siapa saja yang dibutuhkan ada ketika ingin membuat sebuah mobile apps?

  • iOS, React, atau Android developer, tergantung banyaknya platform yang kita inginkan
  • Front End developer
  • Back End developer
  • UI/UX designer
  • Project manager
  • Business Analyst

Kira-kira, apa saja yang perlu diperhatikan dengan banyaknya SDM yang dibutuhkan tersebut?

1. Project duration

Berapa lama sebuah mobile app development project ini akan berlangsung? termasuk di dalamnya juga berapa banyak project yang akan dikerjakan?

Semakin lama project berlangsung, maka biaya gaji dan lain lain akan semakin tinggi. Begitu pula jika semakin banyak fitur yang dikerjakan, maka durasi project akan memanjang.

Sebaliknya juga, jika project direncanakan selesai dalam waktu yang singkat, maka akan membutuhkan banyak tenaga yang berpengaruh pada biaya pengerjaan project.

2. Overhead cost

Biaya yang dikeluarkan untuk gaji team pengembang internal memang sepintas terlihat lebih sedikit, tetapi jangan lupa bahwa project akan berlangsung selamat beberapa waktu, belum lagi jika di tengah pengembangan aplikasi, ada anggota team yang memutuskan untuk ‘cabut’. 

3. Limitasi expertise

Biasanya, tiap engineer dan analyst sudah mempunyai skill set masing-masing. ketika ada scope pekerjaan di luar skill set mereka, maka butuh usaha ekstra untuk dapat mengatasi hal tersebut.

Hal ini perlu diperhatikan, karena biasanya anggota team internal pengembangan aplikasi jumlahnya terbatas. 

Tentu saja, selain membangun tim internal untuk membuat dan mengoperasikan mobile apps untuk perusahaan kita, ada juga pilihan untuk menggunakan jasa pembuatan aplikasi oleh vendor. Bagaimana perbandingan antara tim internal dan menggunakan vendor untuk mengembangkan mobile apps

Simak pada artikel selanjutnya ya!

Tertarik untuk mendengar lebih tentang pembuatan mobile apps?

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis disini!

source : statista


Do you want your company to grow exponentially?
Contact us now. Consultation provided.