Selamat Jalan Website Selamat Datang Aplikasi Mobile

November 9, 2017
Selamat Jalan Website Selamat Datang Aplikasi Mobile

Chris Anderson seorang penulis dari majalah Wired, di artikelnya dia menulis mengenai perubahan orang-orang mengakses konten tidak lagi melalui website tetapi melalui apps dari mobile device. Dengan dimulai dari pagi hari saat bangun tidur kita lebih sering mengecek email dari aplikasi melalui iPad, kemudian saat kita makan siang tiba kita akan lebih asyik dengan aplikasi instagram atau twitter, dan kita dapat cek update konten dari RSS feed, memanfaatkan layanan instant messenger seperti Whatsapp untuk sekedar melakukan percakapan by text atau video call, dan terkadang kita mulai mempercayakan semua melalui apps mobile, seperti mengingatkan kita untuk makan dan minum, mengingatkan kita untuk berdoa, mengantarkan kita ke lokasi yang kita tuju dan mengetahui lokasi teman-teman kita dengan bantuan apps mobile.

Aplikasi Native yang terlanjur Populer

Apakah fenomena yang diceritakan oleh Chris Anderson empat tahun lalu masih berlangsung? Sepertinya iya masih berlangsung dimana penggunaan aplikasi terus melaju.Kita lihat saja dari pertumbuhan mobile device khususnya smartphone beberapa tahun belakangan yang menjadi fenomena luar biasa. Pengguna smartphone tumbuh dalam jumlah yang mencengangkan, pada tahun 2013 para vendor mengapalkan smartphone di angka 14 juta. Angka 14 juta ini didalamnya adalah kenaikan sebesar 100% dibanding tahun sebelumnya pada tahun 2012 http://www.intraktive.com. Artinya ada kenaikan sangat signifikan pengguna smartphone yang didominasi oleh mobile device dengan operating system iOS dan Android. Di Indonesia, pada situs We Are Sosial, sebuah agensi marketing sosial mengeluarkan sebuah laporan pada tahun 2015 mengenai data jumlah pengguna website dan apps mobile di Indonesia:

  • 72,7 juta pengguna aktif internet
  • 72 juta pengguna aktif media sosial, dimana 62 penggunanya mengakses media sosial menggunakan perangkat mobile
  • 308,2 juta pengguna handphone


Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. 

Berbagai alasan yang muncul kenapa lebih memilih apps mobile dibanding website. Karena sekarang ini semua dapat dilakukan melalui apps mobile. Para pengamat teknologi, programer dan pengguna, akan keunggulan apps native membuatnya begitu disukai. Satu hal yang mengemuka dari native apps adalah performanya yang lebih unggul daripada web appdari segi kecepatan. Di jaman dimana orang-orang butuh cepat dan tak sabar menunggu tentu ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan. Selain itu user experience yang bagus dan kemampuan beroperasi secara offline juga menjadi daya tarik.

Munculnya smartphone dengan native app memang merupakan dinamika tersendiri dalam akses konten online. Ibarat pendulum maka sekarang pendulum tersebut sedang mengarah ke native appsnative app sedang booming pengguna menyukainya dengan berbagai keunggulannya. Selama smartphone mengeluarkan versi terbaru, pertanyaan “aplikasi mobile vs website” akan tetap menjadi pertimbangan yang sangat nyata bagi pengguna yang ingin membangun kehadiran mobile. Namun semua itu tidak terlepas dari kebutuhan dan tujuan kita dengan apps mobile, jika tujuannya untuk melakukan keterlibatan interaktif dengan pengguna maka mobile aplikasi akan diperlukan. Dan jika tujuan kita untuk melakukanpemasaran atau untuk menyampaikan konten dan membangun kehadiran ponsel luas yang dapat dengan mudah berbagi antara pengguna dan ditemukan di search engine, maka website adalah pilihan yang logis.

Leave a Reply