Selamat Jalan Website Selamat Datang Aplikasi Mobile

By : Devina Idzni | 28 September 2020 | Comnents : 0


Chris Anderson seorang penulis dari majalah Wired, di artikelnya dia menulis mengenai perubahan orang-orang mengakses konten tidak lagi melalui website tetapi melalui apps dari mobile device. Dengan dimulai dari pagi hari saat bangun tidur kita lebih sering mengecek email dari aplikasi melalui iPad, kemudian saat kita makan siang tiba kita akan lebih asyik dengan aplikasi instagram atau twitter, dan kita dapat cek update konten dari RSS feed, memanfaatkan layanan instant messenger seperti Whatsapp untuk sekedar melakukan percakapan by text atau video call, dan terkadang kita mulai mempercayakan semua melalui apps mobile, seperti mengingatkan kita untuk makan dan minum, mengingatkan kita untuk berdoa, mengantarkan kita ke lokasi yang kita tuju dan mengetahui lokasi teman-teman kita dengan bantuan apps mobile.

Aplikasi Native yang terlanjur Populer

Apakah fenomena yang diceritakan oleh Chris Anderson empat tahun lalu masih berlangsung? Sepertinya iya masih berlangsung dimana penggunaan aplikasi terus melaju.Kita lihat saja dari pertumbuhan mobile device khususnya smartphone beberapa tahun belakangan yang menjadi fenomena luar biasa. Pengguna smartphone tumbuh dalam jumlah yang mencengangkan beberapa tahun belakangan, tahun ini pasar smartphone global mengapalkan 295 juta unit. Walaupun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19, tetap angka tersebut sangat besar (gartner.com). Pengguna smartphone dunia didominasi oleh mobile device dengan operating system iOS dan Android. Di Indonesia, pada situs Statista.com, sebuah agensi statistik mengeluarkan sebuah laporan pada tahun 2020 mengenai data jumlah pengguna website dan apps mobile di Indonesia:

  • 185 juta pengguna aktif internet dengan pertumbuhan 68% sehingga menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan jumlah pengguna internet tertinggi di Dunia
  • 160 juta pengguna aktif media sosial (andi.link)
  • 191,6 juta pengguna handphone

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2020 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 190 juta orang. 

Berbagai alasan yang muncul kenapa lebih memilih apps mobile dibanding website. Karena sekarang ini semua dapat dilakukan melalui apps mobile. Para pengamat teknologi, programer dan pengguna, akan keunggulan apps native membuatnya begitu disukai. Satu hal yang mengemuka dari native apps adalah performanya yang lebih unggul daripada web appdari segi kecepatan. Di jaman dimana orang-orang butuh cepat dan tak sabar menunggu tentu ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan. Selain itu user experience yang bagus dan kemampuan beroperasi secara offline juga menjadi daya tarik.

Munculnya smartphone dengan native app memang merupakan dinamika tersendiri dalam akses konten online. Ibarat pendulum maka sekarang pendulum tersebut sedang mengarah ke native appsnative app sedang booming pengguna menyukainya dengan berbagai keunggulannya. Selama smartphone mengeluarkan versi terbaru, pertanyaan “aplikasi mobile vs website” akan tetap menjadi pertimbangan yang sangat nyata bagi pengguna yang ingin membangun kehadiran mobile. Namun semua itu tidak terlepas dari kebutuhan dan tujuan kita dengan apps mobile, jika tujuannya untuk melakukan keterlibatan interaktif dengan pengguna maka mobile aplikasi akan diperlukan. Dan jika tujuan kita untuk melakukanpemasaran atau untuk menyampaikan konten dan membangun kehadiran ponsel luas yang dapat dengan mudah berbagi antara pengguna dan ditemukan di search engine, maka website adalah pilihan yang logis.

Need a successful project?

Order Now
or Contact Us