Mobile Apps Development : Hal yang harus Dipelajari Seorang Android Developer Pemula

By : Anang Pambudi | 04 March 2020 | Comnents : 0


Setiap tahun Google mengeluarkan pengumuman besar untuk Android, begitu banyak inovasi yang diumumkan setiap tahunnya. Jika kalian ingin menjadi bagian dari pengembang aplikasi Android ataupun ingin menjadi lebih produktif dan membantu membuat projek yang inovatif maka ikutilah petunjuk berikut ini.

Bagaimana jika saya masih seorang Android Deveveloper pemula?

Jangan khawatir, jika Kalian masih pemula atau baru ingin mencoba menjadi bagian dari seorang Android Developer, Poin pertama yang perlu diperhatikan adalah Latih dirimu dengan bahasa Java.

Mungkin banyak dari kalian yang sudah tahu bahwa Kotlin merupakan pilihan yang lebih baik ketimbang Java dalam mengembangkan Aplikasi Android. Dan Google juga telah mengumumkan Kotlin sebagai bahasa resmi dalam membuat program aplikasi Android. Lalu kenapa seorang Android Developer harus mempelajari bahasa Java terlebih dahulu?

Meskipun Kotlin merupakan bahasa resmi dalam mengembangkan Aplikasi Android, namun Java masih menjadi bagian besar dari Android. Dan sumber untuk mempelajari API Android dalam Kotlin masih terhitung terbatas. Maka dari itu untuk seorang Android Developer pemula akan menjadi lebih baik jika memahami apa yang dapat dilakukan bahasa Java dalam pengembangan Aplikasi Android tanpa menggunakan plugin Java to Kotlin Convertor.

Gunakan Buku atau Ikuti Kursus Online Menjadi Android Developer

Bila Kalian belajar dengan menggunakan buku panduan, selalu ingat untuk tidak membaca seperti saat kalian membaca novel atau buku cerita lainnya. Mengimplementasikan contoh maupun konsep yang baru diketahui merupakan cara yang cukup efektif untuk memahami bagaimana program tersebut bekerja.

Dan bila Kalian belajar melalui video, Kalian bisa mengikuti kursus :

Android Development for Beginners [oleh Google] dari Udacity -  Gratis

The Complete Android Oreo Developer Course dari Udemy  – Berbayar

Pahami Lifecycle yang ada pada Android

Pada aplikasi Android terdapat lifecycle yang akan berjalan sesuai dengan kondisi aplikasi. Misalnya saja ketika sebuah halaman tampil di foreground ataupun ketika tertutup akan ada sebuah trigger yang berjalan. Kalian dapat memanfaatkan trigger tersebut untuk melakukan perintah tertentu. Dengan memahami trigger apa saja yang terdapat pada Android dan kapan trigger itu berjalan akan membantu kalian dalam menentukan aksi/ perintah yang akan dijalankan pada program.

Terima kasih telah membaca artikel kali ini, semoga dapat membantu teman-teman dalam mengembangkan aplikasi Android.

Crocodic mengkhususkan diri dalam mengembangkan aplikasi berkualitas tinggi. Hasil dari proses pengujian aplikasi mobile yang sangat baik dan lancar memungkinkan Anda memberikan aplikasi berkualitas tinggi yang memberikan pengalaman mobile yang luar biasa kepada pelanggan Anda.

Kami merekomendasikan Crocodic sebagai Android Developer yang profesional dengan kredibilitas tinggi, informasi lebih detail tentang kami bisa Anda akses di crocodic.com. Jika Anda memiliki masalah perusahaan yang serius dan ingin mengetahui biaya pengembangan aplikasi Anda dengan lebih tepat, kami dapat memperkirakannya dalam waktu 72 jam – isi formulir singkat di sini.

Sumber : Learning Android Development in 2018

Do you want your company to grow exponentially?
Contact us now. Consultation provided.